Jelang PENAS KTNA, Pemprov Diminta Lebih Aktif Berkolaborasi dengan Pemkab Gorontalo
Menjelang pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) 2026 di Kabupaten Gorontalo, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo diminta lebih aktif berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo.
Hal ini disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Gorontalo, Irwan Dai, Selasa (10/3/2026).Irwan mengatakan, berbagai persiapan terus dilakukan. Namun, sejumlah pihak menilai kebutuhan pendukung kegiatan berskala nasional tersebut, masih perlu dimatangkan, terutama pada sektor infrastruktur.
“Pemprov diminta untuk lebih aktif berkolaborasi dengan Pemkab Gorontalo agar seluruh persiapan dapat berjalan optimal,” ungkap Irwan Dai.
Menurut Irwan, dari hasil pembahasan dalam rapat bersama Dinas PUPR, masih ada sejumlah pekerjaan yang perlu segera diselesaikan, mulai dari akses jalan hingga kesiapan fasilitas di lokasi pelaksanaan kegiatan.
Ia menilai waktu penyelenggaraan yang semakin dekat menuntut seluruh pihak bergerak lebih cepat agar berbagai kebutuhan infrastruktur dapat dipersiapkan secara maksimal.
“Kalau kita dengar penjelasan dari Kadis PUPR, persiapannya masih jauh dari harapan. Masih banyak yang kurang, sehingga perlu keseriusan semua pihak. Pemerintah provinsi harus turun tangan karena ini kegiatan nasional yang wajib kita sukseskan,” ujar Irwan Dai.
Irwan menjelaskan, beberapa ruas jalan yang direncanakan menjadi akses utama menuju lokasi kegiatan baru sebagian yang mendapatkan persetujuan untuk dilakukan penanganan.
Ruas tersebut di antaranya jalur Hasan Dangkua menuju kawasan PU,kemudian dilanjutkan ke SMK 1 Limboto hingga terhubung ke kawasan GOR David-Tonny.
Selain persoalan akses jalan, DPRD Kabgkr juga menyoroti kesiapan fasilitas utama kegiatan. Salah satunya terkait rencana pembangunan panggung utama yang hingga kini masih menunggu kepastian.
Ia menambahkan, meski masih terdapat berbagai kendala, Irwan Dai menegaskan bahwa kegiatan PENAS KTNA merupakan agenda nasional yang membawa nama daerah.
Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten untuk memastikan kegiatan tersebut berjalan sukses.
“Jangan kita di Kabupaten yang dijadikan tameng untuk pelaksanaan kegiatannya, tetapi namanya atau prestasinya ada di provinsi. Padahal, provinsi kita lihat keseriusannya belum terlihat,” tandas Irwan Dai.
Sebagai informasi, kegiatan PENAS KTNA dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang dan diperkirakan akan dihadiri sekitar 30 ribu peserta dari berbagai daerah di Indonesia.(DP)
Related Posts
Tinggalkan Balasan Batalkan balasan
Kategori
- Info Daerah (72)
- Info Komisi I (2)
- Info Komisi II (2)
- Info Komisi IV (2)
- Info Reses (2)