Keluhan pekerjaan plat deker yang berada di Desa Sidomukti, Kecamatan Mootilango dan Desa Sidodadi, Kecamatan Boliyohuto ditindaklanjuti oleh Komisi lll DPRD Kabupaten Gorontalo dengan menggelar rapat dengar pendapat (RDP), Selasa (20/1/2026).

Wakil Ketua Komisi lll DPRD Kabgor, Safrudin Hanasi seusai memimpin rapat menjelaskan, RDP tersebut tidak lain menjawab keluhan masyarakat terhadap dua pekerjaan plat deker tersebut, karena dua pekerjaan tersebut dianggap tak sesuai.

“Masyarakat menilaia plat deker masih menggunakan ukuran lama dan kecil, sementara di lokasi tersebut memang sebelumnya jalannya kecil tetapi setelah dilakukan normalisasi sehingga jalannya sudah agak lebar, hanya saja saat turunan tersebut sangat berbahaya dan mengakibatkan kecelakaan,” ungkap Safrudin Hanasi.

Dikatakan Safrudin Hanasi, dibawah plat deker tersebut ada pekerjaan tetapi anehnya plat deker diatas masih ukuran lama, tidak disesuaikan dengan ukuran yang baru, sementara anggaran yang ada sebesar Rp 16 miliar pekerjaannya.

“Anehnya pekerjaan yang kecil saja tidak diselesaikan dan justru mengancam pengguna jalan,” tegas aleg PKS ini.

Aleg tiga periode menambahkan, perencaann memang dari dinas PU tetapi pekerjaannya adalah menggunakan APBN yangn dikerjakan oleh balai jalan.

“Kita masih akan mempertanyakan hal tersebut ke pihak yang mengerjakan, karena Dinas PU hanya sebagai perencana saja,” pungkas Safrudin.